Jumat, 23 Oktober 2009

i Luv U

hmmm,
hari ini, saat dikelas aku dan teman2ku baru saja menyelesaikan UTS pertama dihari ini, dan menunggu ujian pelajaran berikutnya, sambil baca2 materi, sambil ngobrol satu sama lain yg bahkan ga da hubungannya sama sekali dengan bahan materi UTS berikutnya :D ,mungkin ada yg nyambung hmm misalnya "ntar liat ya, ga bisa nih pelajaran yg ini" haha itulah teman2ku termasuk aku si :D tp aku lumayan pinter kok , dan disela2 ngobrol temenku muthi dia manggil temen yg lainnya yg biasa dipaggil mama dikelas "mamaa.." dan "iya?" muthi bilank "i Love You". =D dan mama terharu huhu katanya uda jarank kata itu disampaikan lagi ole pacarnya.. hhmmmm, gimana dengan aku yaaa.. aku pun kangen uda ga ada lagi yg mengaakan kata "Luv u" ke aku, hmm aku memank ga ada pacar tp yg kuharapkan kata2 itu kluar bkan hny dr pacar karna hal itu terlampau biasa, tp ku kangen karna teman2ku atau saudarku atau mama papaku Ga ada yg mengatakan itu lagi ke aku ........
kangen kata-kata "i Luv U" sampai aku ga bisa lagi mengerti dan ga bisa lagi memahami artinya saat ini.. apa karna aku pun tak mengatakan dan melakukannya?
I Love You all :D miss u all the people that i Luv u
n I Luv Allah =D

Kamis, 30 April 2009

tanggal 21 april,

tanggal 21 april,
rencana mau bangun pagi tp kesiangan jd jam stgh 10 itu pun dibangunin sama papa =D
pagi ini aku mau ganti paket speedy yg buat aku uda kelewat bates ngasih bates buat internetan dgn harga yg melonjak hehe esmosi deh..
pagi2 dengan modal cuci muka aja n ganti baju =D pergi k kantor speedy, untung deket jadi ga ragu utk jalan, karena pagi ini lumayan terik.. setelah sampai seseorang berbaju rapi seperti satpam memang satpam sih, dia menegurku dan tanya keperluanku, setelah memberi tau aku di beri nomor urutan panggilan dan aku dapat no. "21", aku bersyukur banget ga ramai, karena sebelumnya datang kesini bisa menghabiskan 3jam utk antri panggilan..
setelah ku ambil nomor aku duduk dan lihat ternyata sudah no.20, aku seneng berarti ga lama lagi.. yap,betul sekali setelah pelanggan k 20 selesai, urutan pelanggan k 21 pun d panggil..
sampai d konter aku d sapa dan di beri senyum ramah, senang rasanya pagi2 ada yg melakukan begitu walaupun ga kenal.. aku kembali ditanya keperluannya oleh orang yg berbeda dan tdk bbrapa lama petugas dihadapan ku menerima telp, lalu aku disuruh menunggu.. ya buat ku ga masalah karena di ruanganya pun adem, beberapa saat kemudian petugas tsb dtang tp tdk sendri dgn beberapa org ibu2, menyamperiku dan berkata agak keras agar didengar oleh orang 1 ruangan, "ibu bapak pelanggan speedy dalam rangka hari kartini kami akan memberikan souvenir kepada pelanggan nomor 21" i.wow..gw donk hehehe,
hmm, bingung iya, lumayan surprise jg yaa, karena ternyta hadiahnya hP
berterima kasih sangat sekali kepada Allah, pagi2 meraih hadiah Hp sapa jg yg ga seneng kan.. ya setelah itu aku bersalaman dgn yg memberi hadiah tsbt hmm,
siapa ya dia ...

bersambung

Senin, 23 Februari 2009

poetry

Terkadang orang tua tidak menyadari bila memberikan kasih sayang yang lebih pada seorang anak, tidak masalah jika anaknya cuma satu tapi kalau sepuluh?, sehingga yang merasakan akibatnya adalah anak yang lain, anak yang merasa dibeda-bedakan merasa dijadikan nomer dua atau mungkin terakhir inilah yang membuat timbulnya kesenjangan yang terjadi antara orang tua dengan anak, ujung-ujungnya anak tidak mau mendengarkan orang tua atau mungkin membantahnya. Peran ibu tiri sangat kental sekali dengan yang namanya membedakan anak tiri dan anak kandung. Kenapa banyak orang yang berpikir sama termasuk calon atau (sudah) menjadi ibu tiri? apa karena media yang membentuk pikiran seperti itu dengan menayangkan berbagai sinetron dengan image negativ disandang oleh peran ibu tiri. Saat seorang wanita sudah memutuskan suatu hubungan untuk dibawa ke jenjang pernikahan, berarti ia juga sudah siap untuk menjadi seorang ibu, dengan seharusnya menyadari tugas dari peran yang diembannya bukanlah untuk membeda-bedakan anak kandung dengan anak tiri tapi semestinya menjadi peran yang sangat dikagumi yaitu menjadi malaikat untuk semua anak-anaknya dengan atau tanpa kata tiri. Peran seorang ibu tidaklah mudah, ibu menentukan kehidupan keluarga yang dijalaninya jika ia bisa menjadi ibu yang baik maka baiklah keluarganya tapi jika ibu tidak baik atau dengan kata lain jahat ataupun mungkin hanya mencintai harta sehingga ia menikah, maka apa jadinya keluarga tersebut. Ibu yang utuh adalah yang kaya jiwanya bukan kaya harta miskin hati. Jadi jangan termakan dengan apa yang digambarkan melalui dongeng-dongeng tentang kekejaman ibu tiri yang banyak diceritakan ke anak-anak hingga ke media perteleviasian di Indonesia yang menayangkan berbagai sinetron dengan figur seorang ibu tiri yang jahat seakan monster pemakan anak atau mungkin rentenir yang suka belanja, bukan hanya membawa dampak buruk pada setiap anak yang menontonnya juga pada setiap wanita, sehingga timbul pemikiran bahwa ia tidak pantas bersikap baik pada anak tiri karena ia tidak keluar dari rahimnya, tidak sedikit kekerasan yang terjadi pada anak dan jika anak tersebut bertanya kenapa? Dengan tegasnya orangtua bisa menjawab “kamu bukan anak kandung saya”. So What?. Harimaupun bisa menyusui anak kucing yang tak dikenalnya.

Ibu bukanlah objek media, tapi ibu adalah anugerah terindah untuk sebuah keluarga. Banyak puisi yang terlontarkan atau hanya tertulis dalam secarik kertas berusaha untuk menuliskan rasa kekaguman hati seorang anak pada ibunya, pada tahun desember 2008 lalu di hari ibu pelajar mahasiswa Yogyakarta memperingati hari ibu dengan membagikan secarik kertas berisikan puisi kepada setiap masyarakat Yogyakarta yang lewat di depan Gedung Agung Yogyakarta, puisi tersebut bertuliskan

Ibu, Kata paling indah dari bibir manusia...
Ibuku, Sebutan paling indah...
Ibu, Satu kata penuh harap dan cinta yang keluar dari kalbu yang dalam...
Ibu, Kau adalah segalanya
Penghibur tatkala duka
Harapan tatkala sengsara
Kekuatan dikala diriku lemah
Ibu, Kau sumber cinta, belaskasih, simpati dan maaf...

Aku yakin tak hanya aku, semua yang membaca puisi ini pun pasti setuju, bahwa Ibu adalah anugerah terindah. Aku mencintaimu Ibu.